body{display:block; -khtml-user-select:none; -webkit-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; -o-user-select:none; user-select:none; unselectable:on;}
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Sabtu, 22 Oktober 2016

Makalah Laporan Arus Kas (Metode Langsung & TIdak langsung, dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan).



BAB 1
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

          Akuntansi adalah salah satu hal yang paling penting dalam kelangsungan suatu perusahaan karena Akuntansi berperan sebagai alat pembantu dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dan keuangan dalam bentuk Laporan Keuangan. Menurut Standar Akuntansi Keuangan No.1  tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Maka dapat disimpulkan laporan keuangan dapat dijadikan sarana untuk melihat tingkat produktivitas perusahaan dimasa lalu dan dapat dijadikan sebagai alat untuk mengambil keputusan dimasa yang akan datang.


            Salah satu bentuk laporan keuangan adalah laporan arus kas. Dalam pernyataan SAK atau PSAK No. 2 dinyatakan bahwa perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian pelaporan keuangan. Tujuan utama dari laporan arus kas adalah memberikan informasi yang relevan tentang penrimaan dan pengeluaran kas suatu unit usaha selama periode tertentu.

Secara umum, laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menyajikan lalu lintas arus kas keluar dan arus kas masuk perusahaan. Laporan arus kas akan menunjukkan tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan kas perusahaan. Laporan arus kas juga akan menunjukkan sumber-sumber pemasukan kas dan pengeluaran kas. Dengan laporan arus kas maka pihak-pihak yang berkaitan dengan perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat. Misalnya, apabila arus kas masuk lebih kecil daripada arus kas keluar tentu kondisi ini akan membawa perusahaan dalam kondisi defisit kas, dan hal tersebut tentu tidak baik untuk perusahaan. Kondisi arus kas yang kecil dibandingkan dengan beban akan membuat kreditor kehilangan keyakinan atas perusahaan karena dianggap mengalami permalasahan keuangan.

PENENTUAN BIAYA PRODUK BERSAMA (Akuntansi Biaya)




8.1 Definisi Produk Bersama dan Produk Sampingan
Dari suatu proses produksi yang dilaksanakan dalam perusahaan tertentu dapat dihasilkan beberapa jenis produk dalam waktu bersamaan. Sebagai contoh: proses produksi yang terjadi pada perusahaan pengilangan minyak, pemrosesannya akan menghasilkan bensin, minyak pelumas, minyak solar, minyak tanah, dan aspal. Contoh lain: pada perusahaan kimia, gula, tambangan, pemotongan hewan, penggilingan padi, pada proses bahan baku yang sama diolah melalui proses produksi bersama / proses bersama (joint product process/joint process) yang menghasilkan beberapa jenis produk (joint product).
Dalam pelaksanaan proses produksi bersama, terdapat hubungan tertentu mengenai jumlah unit produk-produk yang dihasilkan. Apabila jumlah produksi produk tertentu ditambah, maka jumlah produksi barang yang lain ikut bertambah, begitu sebaliknya.
Berdasarkan nilai jual relatif (relative sales value), produk bersama dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu:
·         Produk Utama (Main Product), yaitu produk yang mempunyai nilai jual relatif lebih tinggi daripada nilai jual produk sampingan.
·         Produk Sampingan (By-Product), yaitu produk yang mempunyai nilai relatif lebih rendah